Arsip

Archive for Januari, 2010

KARANG TUSUK SATE

Januari 6, 2010 Tinggalkan komentar

EDISI 2 JANUARI 2010 SUDAH TERBIT
SEGERA DAPATKAN TABLOID BALIAGA DI TOKO BUKU ATAU PEDAGANG KORAN TERDEKAT.
DENGAN 10 RIBU MAMPU KUASAI DUNIA.

INGAT

ISINYA SELALU MENARIK DAN ITU FAKTA

Kategori:unik

COVER EDISI 52 TAHUN 2009 & COVER EDISI 1 TAHUN 2010

Januari 5, 2010 Tinggalkan komentar

Kategori:unik

Tenungan Indonesia Tahun 2010

Januari 5, 2010 Tinggalkan komentar

PERSPEKTIF WARIGA DEWASA

Penulis : Ida Bagus Putra Manik Aryana

Dalam khasanah naskah Bali terdapat beberapa teks yang dari keseluruhan pembahasannya, menyelipkan juga ramalan-ramalan bagi Nusantara, berdasarkan ketentuan Tahun Caka Bali. Naskah-naskah tersebut termasuk katagori wariga, yakni pengetahuan tentang sistim tarikh Bali, terutama dalam eksistensinya sebagai penentu padewasan atau hari baik. Seringkali dalam teks-teks wariga juga disajikan tatacara yang seolah-olah melampaui batasan pengertian wariga itu sendiri, hal seperti ini lumbrahnya disebut dengan tenung wariga.

Arti kata tenung di sini hampir sepadan dengan kata tenung dalam bahasa Indonesia yang bermakna kepandaian dsb untuk mengetahui (meramalkan) sesuatu yang gaib (seperti meramalkan nasib, mencari orang hilang), (KBBI. 2002 : 1176). Khusus dalam bahasan ini, makna kata tenung diartikan sebagai cara untuk meramalkan kejadian-kejadian yang akan datang.

‘formula’ wariga dalam meramal nusantara diistilahkan dengan nama Tenung Sasih Pangunyan. Pengertian tenung dalam bahasa Bali telah disajikan di atas, sedangkan sasih artinya bulan-bulan dalam tahun Caka dan pangunyan diambil dari kata dasar unya yang artinya kunjung; setelah mendapat awalan (pa)+(N) dan akhiran (an), kata unya yang telah menjadi pangunyan ini bermakna tindakan untuk mengunjungi; jadinya ketetapan-ketetapan bulan inti dalam tahun Caka dikunjungi oleh bulan-bulan lain, atau untuk lebih mudahnya ‘diganggu’ oleh sasih / bulan yang lain. Ketentuan pangunyan inilah yang memunculkan ramalan – ramalan pada masing-masing sasih / bulan dalam setahun, jadinya pada setiap bulan selama setahun Caka, Tenung Wariga Sasih Pangunyan ini akan memberikan ramalan-ramalannya.

Sistim tahun Caka jelas berbeda dengan sistim tahun Masehi, tahun Caka Bali merupakan kombinasi antara tahun Surya, Candra dan Wuku, dimana pergantian tahunnya akan terjadi pada pagi hari saat matahari terbit paruh terang 1 (pananggal pisan) sasih ke 10 (kadasa / Waisyaka), berbeda dengan tahun Masehi yang pergantian tahunnya terjadi pada jam 00 hari pertama bulan Januari.

Untuk tujuan yang lebih luas agar dapat menjangkau masyarakat Nusantara, ramalan – ramalan Tenung Sasih Pangunyan akan disajikan mengikuti ketetapan-ketetapan bulan dalam tahun masehi, dimana dilakukan penyesuaian bulan-bulan dalam tahun Caka dengan bulan-bulan tahun Masehi.

Untuk Berita Selengkapnya Baca Tabloid Bali Aga Edisi 52  tahun 2009

Kategori:Utama

Tenungan Indonesia Tahun 2010

Januari 5, 2010 Tinggalkan komentar

Perang Dunia ke-3

Tidak banyak orang percaya pada ramalan, namun kepercayaan itu biasanya baru akan muncul ketika apa yang diramalkan mulai menunjukkan kebenaran atau menjadi kenyataan.

Mendekati penghujung tahun, banyak acara telah dipersiapkan menyambut pergantian Tahun 2009 ke 2010. Rasa bahagia terpancar menyambut pergantian tahun, namun tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di Tahun 2010 tersebut.

Dengan kemampuan supranatural yang dimiliki, banyak peramal memberi gambaran kondisi masyarakat Indonesia di Tahun 2010. Salah satunya dari dunia maya diketahui Vangelia Gushterova, peramal yang disetarakan degan Nostradamus. Dia asal Bulgaria meninggal 1996. Meramalkan PD III meletus pada Nov 2010.

Boleh percaya boleh tidak tapi ramalan ini sungguh mengerikan. Seorang peramal asal Bulgaria, yang disetarakan dengan Nostradamus atau peramal terkenal Valdes, mengatakan, perang dunia ke 3 akan meletus pada November 2010. Diawali dengan perang antara Negara tetangga yang berkembang menjadi besar dan melibatkan banyak Negara, serta terjadi perang nuklir dan senjata kimia. Perang ini akan berlangsung empat tahun, hingga 2014. Akibatnya sungguh mengerikan. Perang ini menghancurkan hampir semua kehidupan di belahan bumi utara, khususnya Eropa yang penduduknya nyaris musnah. Benua Eropa diramalkan hanya didiami hanya sedikit orang karena banyak yang musnah karena perang.

Perang Dunia kali ini tidak seperti perang dunia I dan II, kali ini kecanggihan teknologi
persenjataan, nuklir, kimia, ikut berperan menghancurkan semua, bukan hanya pasukan yang terlibat perang tapi juga masyarakat yang tak berdosa. Setelah perang, hampir sebagian besar penduduk dunia akan mengalami penyakit kanker kulit dan penyakit kulit lainnya akibat senjata kimia dan nuklir.
Vanga yang memiliki nama asli Vangelia Gushterova, seorang peramal asal Bulgaria pada awal kemunculannya, tak banyak orang percaya prediksinya tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada masa depan. Namun seiring waktu ketika prediksinya itu mulai menjadi kenyataan, orang pun mulai berpaling padanya. Mulai mengingat-ingat apa yg pernah dikatakannya dulu. Banyak ramalan-ramalan Vanga tentang peristiwa-peristiwa besar yang mengguncang dunia, pada akhirnya menjadi kenyataan.
Vanga telah meninggal sejak 1996. Namun ramalan-ramalannya tentang masa depan dunia kini dicermati semua orang. Setelah sejumlah ramalan terdahulu menjadi kenyataan. Sebut saja, prediksinya tentang serangan teroris pada Amerika pada 9 September 2001 atau dikenal dengan 9/11. Ketika itu dia mengatakan Amerika akan ‘jatuh’ oleh serangan burung baja. Dan itu menjadi kenyataan di mana pusat kebanggaan Amerika, World Trade Center, ditabrak oleh pesawat yang dibajak teroris. Dia juga pernah meramalkan tentang meletusnya Perang Dunia ke-II, juga tentang perestroika yang menjadikan ‘ wajah’ Rusia berbeda, serta kematian Putri Diana. Atau tenggelamnya kapal selam Kursk di Laut Barents yang berhubungan dengan konflik bersenjata di South Ossetia. Ramalan tentang tenggelamnya kapal selam nuklir kebanggaan Rusia, Kursk, ini diungkapkannya pada 1980. Ia mengatakan,” pada pada Agustus antara tahun 1999 atau 2000, Kursk akan diliputi air dan dunia akan menangisinya”. Ternyata terbukti, tahun 2000 kapal selam nuklir itu tenggelam.

Namun yang menggegerkan Vanga meramalkan tentang meletusnya Perang Dunia ke-3 tahun 2010. Berdasarkan terawangnya, Perang Dunia ke-3 itu terjadi karena konflik akibat percobaan pembunuhan terhadap kepala Negara, yakni Ukraina, Estopnia, Lituania dan Polandia yang bagian ke Georgia. Perang Dunia meletus setelah konflik yang terjadi di Hindustan (India).

Awalnya, perang tersebut hanya perang lokal antar Negara tetangga yang dimulai pada November 2010. Lalu perang itu merembet melibatkan banyak Negara, terjadi perang nuklir dan senjata kimia. Perang Dunia III ini akan selesai menjelang Oktober 2014.

Kategori:Utama

Tenungan Indonesia Tahun 2010

Januari 5, 2010 Tinggalkan komentar

Patapan Manusa Digoyang Naga Gaib

Ibu pertiwi terlalu berat bebannya memberikan tetekan susunya kepada umat manusia. Lebih-lebih gumi makin wayah, populasi manusia semakin padat, hingga makin berat untuk dipikul.  Manusia pun makin berulah hanya untuk menumpuk kekayaan,  tak salah, penghuni tanah ini makin tidak sanggup, bahkan brontak membela diri. Tugas ini diserahkan kepada sang ular besar , di dalam mitologi terkenal dengan sang naga. Apa yang akan dilakukan naga terhadap  kehidupan umat manusia?

Perubahan  di jagat ini, menjadi mutlak terjadi, asal tahu saja, kata orang bijak yang kekal adalah perubahan. Seperti apapun kukuhnya prinsip manusia, kalau Hyang Widhi berkehendak, terjadilah. Atau biarkan alam berproses sesuai zaman, kondisi, waktu dan keradaan. Di dunia ini, tidak ada yang kekal.

Perubahan akan selalu terjadi, baik yang sifatnya positif maupun negatif. Perubahan inilah yang menjadi dunia  menemukan keseimbangannya. Demikian juga era, periode yang ditandai dengan pergantian tahun, berawal dari detik, menit, jam, hari, bulan, tahun hingga abad. Di dalam filsafat kehidupan, perubahan akan memberikan hal yang baru. .

Begitu juga pergantian tahun, masing-masing mempunyai karakternya sendiri. Umat manusia, sudah melangkah ke tahun 2010, di mana umat manusia meninggalkan tahun 2009. Mungkin sudah direkam dalam ingatan masing-masing, apa saja yang telah terjadi selama tahun 2009.

Melangkah ke tahun 2010, setidak-tidaknya sudah ada bayangan, seperti apa suasananya. Apa gerangan yang akan terjadi. Bagaimana prilaku manusia secara umum. Tentu pergantian tahun, sudah ada sifat-sifat kehidupan yang dijadikan bayangan. Seperti tahun kebo hingga Januari hingga Februari, yang menjadi sifat atau simbolik karakter kehidupan manusia  di tahun 2010. dan dilanjutkan dengan karakter Macan yang sudah dikenak begitu sangar dan menakutkan.

Tentu, bagi orang awam, pergantian tahun tidak akan bermakna apa-apa. Orang awam, atau kebanyakan orang, membiarkan perjalanan tahun begitu saja. Karena, tidak peduli, apa yang akan terjadi. Yang penting semua berjalan apa adanya. Namun, bagi orang-orang spiritual, atau sensitivitas orang begitu tinggi terhadap perubahan terutama dalam pergantian tahun, sudah membayangkan, atau menangkap sinyal melalui teropong bhatinnya akan terjadi sesuatu.

Berhubung dengan pergantian tahun 2009 ke tahun 2010, seorang sulinggih mabhiseka Ida Pandita Sri Bhiksuni Ari Wijati yang tinggal di Pesarman Puncak Giri Kusuma, Banjar Belah, Luwus, Baturiti, Tabanan mencoba memberikan hasil cetusan  bathinnya.

Menurut Ida Pandita yang sebelumnya adalah penolong umat manusia, tahun 2010 tidak jauh berbeda dengan tahun 2009. Apa yang terjadi di tahun 2009 adalah takdir, manusia tidak bisa membendungnya, manusia tidak akan mampu menyeting kekuatan alam. “Semuanya sudah menjadi takdir Hyang Widhi,” kata Pandita Sri Bhiksuni  dengan serius. Hanya saja, di tahun 2012 akan terjadi puncak perubahan. Perubahan yang cukup drastis, terutama menyangkut pola hidup manusia, prilaku manusia.

Namun, tahun 2009 hingga tahun 2010 ini, rupanya gerakan bumi ini, ulah dari naga, ular besar yang menjadi dasar gumi ini. Apa yang dikatakan Ida Pandita  Sri Bhisuni, tidak berdasarkan sastra, melainkan atas pandangan spiritual. Singkat kata, antara tahun 2009 yang digantikan tahun 2010, tidak ada perbedaan jauh.

Hanya saja, jelas sulinggih berusia 63 tahun ini, hendaknya manusia yang menghuni jagat ini, meningkatkan baktinya, yadnyanya, bakti kepada alam dan leluhur. Artinya, kualitas dan kuantitasnya lebih ditingkatkan. Karena, apa yang terjadi akhir-akhir ini, adalah takdir alam itu sendiri.

Bencana datang, menunjukkan cobaan bagi manusia. Patapan manusa di bumi ini, benar-benar digoda, digoyang oleh kekuatan ular besar atau naga. Dengan goyangan naga, terjadilah berbagai bencana. Semua ini adalah godaan atau patapan manusia di dalam memenuhi kebutuhan hidup mendapat cobaan yang sangat besar. ***

Kategori:Utama

Tenungan Indonesia Tahun 2010

Januari 5, 2010 Tinggalkan komentar

Persaingan Panas, Semuanya Saling Sikut

Tahun 2010 adalah tahun macan berelemen logam. Tahun ini diprediksi akan berjalan lebih keras dan sulit dihadapi. Sifar shio macam yang keras, agresif, dan penuh persaingan merupakan kesulitan tersendiri bagi shio-shio lain untuk menghadapinya.

Tahun 2010 juga menyiratkan akan banyak peristiwa besar yang terjadi baik secara pribadi maupun dalam lingkup yang lebih besar. Bencana alam dan bencana sosial juga akan lebih marak terjadi tahun 2010 dibanding tahun 2009.

Dari 12 lambang shio, macan dengan elemen logam adalah situasi dan kondisi yang keras. Akan banyak terjadi persaingan yang tidak sehat dan memakan korban. Kerasnya macan logam akan sangat dirasakan oleh mereka yang memiliki shio dengan lambang lebih lembut seperti ayam, tikus dan babi. Untuk itu jika Anda bershio ayam, tikus atau babi hendaknya lebih waspada di tahun 2010 nanti karena kemungkinan menjadi korban cukup besar.

Di tahun 2010 akan banyak orang atau perusahaan yang jatuh bangkrut akibat persaingan yang kotor. Segala cara dilakukan banyak orang untuk mempertahankan hidupnya meski harus berbuat curang. Barangsiapa yang lebih mampu berkelit dari orang-orang licik maka dia akan selamat.

Di tahun 2010 sebaiknya anda harus lebih banyak bersabar/menahan diri dan pandai bersyukur dengan apa yang telah kita miliki. Jangan banyak melakukan kegiatan yang sifatnya spekulatif dan berbisnis yang kepastian hukumnya tidak jelas karena berpotensi rugi sangat besar. Kerugian bisa terjadi akibat penipuan atau tindak kejahatan ekonomi lainnya. Jika tahun 2010 ini anda berniat memulai bisnis, usahakanlah tidak memulai bisnis yang bersentuhan dengan api atau bahan bakar karena rawan bangkrut dan bertentangan dengan tahun macan logam. Meskipun bisnis tersebut mudah naik, tapi akan turun dengan drastis dan malah modalnya pun ikut ludes.

Dalam skala nasional, tahun 2010 akan banyak peristiwa besar terjadi di Indonesia. Akan banyak orang penting terlibat masalah dan banyak pula pejabat yang skandalnya terbongkar di tahun 2010. Padahal sebelumnya orang-orang tersebut dikenal berperilaku baik dan sama sekali tak pernah jadi sorotan media massa.

Di Indonesia tahun 2010 juga akan marak kasus bunuh diri akibat tidak tahan menghadapi permasalahan hidup. Dari Aceh hingga Papua, kasus bunuh diri akan terjadi hampir tiap bulan. Bahkan akan ada selebriti, pejabat dan orang terkenal yang mati bunuh diri karena tak tahan menahan malu.

Dunia Hiburan

Dalam dunia hiburan, gosip tetap menjadi dagangan paling manjur bagi artis di tahun 2010. Baik artis lawas maupun pendatang baru, tak peduli di dunia peran, tarik suara atau model, semuanya tetap ‘jualan’ gosip. Yang paling menonjol di tahun 2010 adalah gosip pacaran dan kebanyakan hanya kamuflase, alias cari pamor untuk kepentingan promosi.

Dari jualan gosip tersebut, banyak artis baru langsung naik dan cepat terkenal. Sebaliknya banyak pula artis turun pamornya atau bahkan hilang dari peredaran di tahun depan. Yang terjadi dengan group band justru bertolak belakang. Band lawas kembali berkibar dan band baru justru lesu. Bahkan grup band baru yang merilis album bisa dihitung dengan jari

Jenis musik melayu masih memimpin sebagai musik terlaris dan digemari masyarakat dari berbagai lapisan. Untuk film terlaris yang mampu menyedot pengunjung didominasi film bertemakan seks-komedi, dengan menjual keseksian dan kemolekan tubuh para artis pemainnya. Beberapa film bertemakan seks-komedi menurutnya masih akan menyulut pertentangan opini di kalangan masyarakat dan pemuka agama.

Alam

Kondisi alam di tahun 2010  juga tak lebih baik dari tahun 2009. Awal tahun 2010 akan diwarnai bencana alam berupa banjir, longsor dan kecelakaan transportasi yang menelan banyak korban jiwa. Bencana ini akan terjadi di seluruh tanah air. Sumatera, Jawa dan Sulawesi adalah wilayah terparah yang akan menghadapi bencana alam di tahun macan logam.
Gempa bumi dan ancaman gunung meletus juga akan terjadi di pertengahan tahun 2010. Diramalkan ada sebuah gunung di Pulau Sumatera dan Sulawesi yang akan meletus di pertengahan atau akhir tahun 2010. Korban banjir, longsor dan gempa bumi juga diprediksi bisa lebih besar dibanding korban gempa bumi Sumatera Barat.

Politik

Suhu politik juga akan kian panas di tahun 2010 bahkan diprediksi akan terjadi huru-hara yang melibatkan banyak massa dan memakan korban jiwa. Akibatnya adalah gelombang demonstrasi akan semakin besar dan saat itulah puncak huru-hara akan terjadi. Kondisi ini akan terkonsentrasi di Sulawesi dan Jakarta. Puncak huru-hara ini akan menjatuhkan sejumlah pejabat pemerintahan baik di pusat maupun daerah. Sebenarnya kejatuhan sejumlah pejabat yang korup tersebut adalah tonggak awal dari sebuah reformasi hukum sehingga dapat membuat efek jera bagi para koruptor dan pengusaha hitam/mafia.

Ramalan tersebut di atas merupakan sebuah terowongan gaib dari seorang balian Jawa yang bernama Paranormal Ki Kusumo.*

Kategori:Utama

Tolak Bala Serentak di Seluruh Jagat Bali

Januari 5, 2010 Tinggalkan komentar

Diawali Pakelem di Pucak Gunung Batur

Hembusan udara dingin ditambah terik matahari yang begitu menyengat semakin membawa perasaan aneh saat naik pucak gunung batur selama 2 jam untuk mengikuti prosesi mulang pakelem terkait pamahayu jagat. Bagaimana ceritanya ikuti ulasan berikut.

Tilem kanem yang sedianya pada Rabu (16/12) ini merupakan moment yang luar biasa bagi Bali dan seluruh jagat raya ini. Betapa tidak, tilem kanem yang memang diperuntukkan  melaksanakan kegiatan upacara nangluk merana, sangat dimanfaatkan oleh seluruh umat Hindu di Bali.

Pada saat itu, di wilayah-wilayah seperti pantai Lebih (Gianyar), Batu Klotok (Klungkung), Danu Batur (Bangli) Gunung Batur (Bangli), Pura Pengubengan (Besakih) dan seluruh wilayah lainnya di Bali turut serta melaksanakan upacara yang teramat penting bagi kehidupan Tri Hita Karana ini.

Kali ini TBA akan menceritakan bagaimana nuansa religius di saat mulang pakelem di Pucak Gunung Batur, Kintamani ini. Sebagaimana diketetahui upacara Danu Kertih dipusatkan di Pura Jati, Kintamani Bangli. Untuk menuju pucak gunung, krama sudah mulai naik gunung sejak pukul 05.00 Wita. Selain itu ada juga krama lainnya yang datang silih berganti hingga siang hari.

Memang, TBA datang pada saat itu tidaklah pada pagi hari melainkan mulai naik saja sekitar pukul setengah sepuluh. Dengan susah payah melewati bebatuan tajam dengan kemiringan gunung kekitar 80 derajat ini berusaha untuk mendakinya. Walaupun untuk pertama kalinya, namun semangat tinggi untuk mengikuti ritual ini,  mengajak kaki semakin kuat untuk melangkah setapak demi setapak. Jika dibayangkan memang, tidak semudah itu untuk naik gunung dengan kondisi dan persiapan yang tidak begitu matang. Artinya selain kelupaan membawa perbekalan utamanya air, namun juga ditambah dengan terik matahari yang begitu menyengat.

Dengan rasa keinginan yang kuat, seorang krama pamedek dari Karangasem turut serta naik bahkan memboyong anak perempuannya yang baru duduk di bangku kelas satu SD. Luar biasa anak sekecil itu mampu naik walau hanya sesekali dipapah bapaknya. Hingga akhirnya sekitar dua jam menempuh dan mendaki gunung yang terjalnya bisa dikatakan luar biasa ini sampailah di pucak gunung.

Sesampainya di pucak, rupa-rupanya ada juga krama yang berjualan di tempat ini. Sungguh tidak bisa dibayangkan memang bagaimana membawa perlengkapan dagangan sekian banyak.

Sesampainya di pucak, banten caru beserta wewalungannya seperti kebo, kambing, ayam, itik, kucit butuhan, uang kepeng, emas, permata dan berbagai perlengkapan caru lainnya di persiapkan. Tepat pukul 12 siang. Sekaa gong dari Batur pun sedia magamel dengan diiringi tarian baris dan kemudian digantikan dengan rejang. Pada saat itu, memang cuaca tidaklah begitu panas,  ditambah mendung yang sesekali melintas.

Hujan Aneh Turun

Pada saat semua krama yang kebetulan turut serta sudah duduk dan siap untuk mengikuti persembahyangan banyak kejadian aneh terjadi. Pas semuanya duduk, hujan gerimis datang dan semakin lama semakin deras saja. Namun kemudian ada sekitar 50 krama mencoba bangkit kembali mencari tempat teduh, sesampainya berteduh hujan langsung reda. Dan mereka pun kembali duduk. Beberapa detik kemudian hujan pun turun lagi.

Bahkan ada krama yang mencoba membuka terpal yang dibawa untuk tudung kepala kembali hujan turun dengan derasnya. Dan setelah dibuka hujan kembali juga turun hal ini terjadi terus menerus hingga pelaksanaan persembahyangan dilaksanakan.

Selain itu tampak juga seorang pamangku tetap sibuk dengan rokoknya tanpa putus-putus jika dihitung mungkin ada sekitar tiga bungkus rokok sudah dihabiskan. Menurut salah seorang krama yang memang mengetahui siapa mangku tersebut mengatakan bahwa jro mangku sedang kapikayun untuk nerang dan menggunakan rokok.

Ada juga salah seorang krama batur mengajak anaknya yang masih 6 bulan ke puncak. Ini katanya sebagai pikayunan agar anaknya dibawa turut saat melaksanakan pakelem di gunung batur.

Wewalungan Berteriak Terjun ke Kawah

Dengan menggunakan HT salah seorang pamangku terus berkoordinasi dengan pelaksanaan karya di Pura Jati. Yang mana pelaksanaan pakelem di Pucak Gunung Batur ini juga dipuput oleh seorang sulinggih yang mana melaksanakan pawedaan melalui Pura Jati.

Pada saat persembahyangan pun menggunakan HT tersebut. Dentingan suara genta dan persembahyangan persis sama dengan apa yang dilakukan di Pura Jati. Maklum saja, sulit rasanya mengajak Sulinggih untuk naik ke puncak gunung dengan kondisi jalan seperti itu.

Ada sekitar sebelas kali persembahyangan dilakukan di Pura Jati, juga dilakukan di pucak gunung. Dengan aba-aba dari bawah (Pura Jati) pelaksanaan ritual pun segera di mulai. Krama pun sibuk mengambil ancang-ancang namun tetap siaga karena di depan kawah menganga begitu besar dan juga dalam.

Satu persatu banten pun dilemparkan ke kawah. Dilanjutkan dengan uang kepeng dan emas juga permata dilemparkan menuju ke dasar kawah gunung batur. Hingga pada saatnya kerbau pun didorong masuk jurang. Suara lengkingan kerbau lirih terdengar hingga akhirnya hilang tak berbekas hingga ke bawah. Selanjutnya juga kambing yang juga diterjunkan. Semua wewalungan kaki empat tidak ada ampunan lagi untuk hidup. Mereka semuanya terbentur batu padas yang begitu keras. Namun, bebek, burung, ayam ada beberapa yang masih hidup. Wewalungan kaki dua ini sengaja diterbangkan namun tidak mungkin rasanya untuk kembali lagi karena kawah yang begitu dalam ini.

Untuk diketahui, saat membawa wewalungan seperti kebo dan kambing ini tidaklah begitu sulit walaupun dengan kondisi jalan seperti ini. Namun berkat pasuwecan Ida Bhatara mereka berjalan biasa saja tanpa ada kelelahan sedikit pun. Semoga semua wewalungan tersebut nantinya lahir kembali menjadi yang lebih baik dari sekarang setelah membantu kehidupan di jagat raya ini. Semoga. Setelah melaksanakan ritual ini, mendung kembali turun sampai-sampai jalan pun tidak kelihatan lagi,  namun dengan penuh semangat dan rasa keinginan yang tinggi sampailah akhirnya di Pura Jati untuk melaksanakan ritual Danu Kertih setelah melaksanakan pakelem di Pucak Gunung Batur tadi.***

(HOT NEWS)

foto2 pada bagian lain.

Untuk Berita Selengkapnya Baca Tabloid Bali Aga Edisi 52  tahun 2009

Kategori:Mitos

Pura Luhur Kubontingguh, Dukuh, Penebel, Tabanan

Januari 5, 2010 Tinggalkan komentar

Genah ‘Penglipur Lara’ Sungkan Inguh

Asal mula areal keberadaan pura yang disebut Banjar Bun berubah menjadi Pura Kubontingguh karena kedatangan seorang petapa dan iringannya yang melakukan tapa semadhi di saat dilanda inguh (sungkan kayun). Namun di tempat inilah beliau mendapat pencerahan, hingga kini jejak beliau diikuti oleh umat, memohon mukjizat pencerahan bagi yang merasa inguh.

Menilik keberadaan pura di Bali, ternyata masih banyak pura Dang Kahyangan yang belum seluruhnya diketahui oleh umat. Memasuki Banjar Dukuh, Penebel, Tabanan terlihat sebuah pura dengan areal parkir cukup luas berlatarkan sawah, tak lain merupakan Dang Kahyangan Pura Luhur Kubontingguh.

Melihat perjalanan sejarah pura, awalnya  keberadaan Pura tidak banyak diketahui oleh umat karena lokasi pura saat itu masih bet (berupa alas) sehingga jarang dikunjungi umat yang jumlahnya juga masih sedikit.

Sejak zaman kerajaan pura ini telah ada namun bangunan pura masih berupa gegumuk. Jumlah palinggih yang ada juga tak sebanyak saat ini, hanya tiga buah tak lain merupakan palinggih Gedong Dalem, Ratu Nyoman Sakti dan Ida Dukuh Sakti. Termasuk daerah keberadaan pura belum disebut Dukuh melainkan Banjar Bun karena saat itu areal pura banyak ditumbuhi bun.

“Awalnya daerah pura saat itu disebut Banjar Bun karena masih berupa alas yang ditumbuhi bun. Setelah ada orang yang datang tak lain merupakan seorang Arya dan  diiring oleh abdinya seorang pasek, melakukan tapa semadhi di tempat ini, barulah diganti nama Pura menjadi Kubontingguh. Kubontinggih berasal dari kata Kubon yang artinya rumah atau tempat tinggal dan tingguh merupakan inguh atau sungkan kayun,” papar Jro Mangku Pan Sri Dana.

Saat itu kedatangan sang petapa dan iringannya karena merasa inguh (sungkan kayun). Sehingga disebut Pura Luhur Kubontingguh karena merupakan tempat yang dituju saat merasa inguh (sungkan kayun). Mujizat diperoleh ketika bertapa di pura ini, rasa inguh hilang berganti dengan kebahagiaan, hingga saat ini setiap orang yang merasa inguh (sungkan kayun) banyak yang memohon di pura ini untuk diberikan jalan keluar sehingga terbebas dari rasa inguh tersebut. Setiap orang yang dilanda kesedihan hingga kini selalu nunas ica di pura ini.

Sejak saat itu perelahan pura mengalami perkembangan, umat sedharma yang lain mulai berdatangan, termasuk bangunan pura mengalami perkembangan. Untuk mengenang pertapaan yang dilakukan, dalam areal pura berdampingan dengan palinggih yang telah ada, dibangun palinggih kawitan Arya dan palinggih kawitan Pasek.

Ida Sasuhunan memang sangat welas asih kepada seluruh umat yang ingat dan menghaturkan bhakti ke pura ini. Setiap permohonan umat sebagian besar selalu dikabulkan asalkan datang dengan ketulusan hati serta dengan keyakinan penuh pada Ida Sasuhunan.

Perkembangan pura semakin menunjukkan taksunya, kehadiran umat kian banyak karena merasakan berkah yang diberikan oleh Ida Sasuhunan. Tidak merujuk pada soroh tertentu, menurut Jro Mangku, sang Catur Warna bisa datang ke pura ini. Demikianlah yang telah terjadi selama ini, tidak terkecuali sehingga Pura Kubontingguh berkembang menjadi Dang Kahyangan karena disungsung oleh seluruh golongan sang Catur Warna.

  • Parindikan Pura :
  • Nama : Dang Kahyangan Pura Luhur Kubontingguh
  • Alamat : Banjar Dukuh, Penebel,Tabanan
  • Pemangku : Jro Mangku Made Candra (Pan Sri Dana) dan Jro Mangku Istri Wayan Nambrig
  • Sejarah Pura : Awalnya berupa gegumuk, setelah kedatangan seorang petapa dan seorang pengiringnya, nama pura disebut Kubontingguh karena beliau datang ke pura karena inguh (sungkan kayun)
  • Pujawali : Budha Umanis, Tambir
  • Mandala Pura : Tri Mandala (Nista, Madya, Utama)
  • Rencangan : Macan, Ular
  • Kendaraan Beliau : Garuda
  • Pangemong Pura : Banjar Dukuh, Penebel
  • Penyungsung Pura : Hampir masyarakat seluruh Bali

Untuk Berita Selengkapnya Baca Tabloid Bali Aga Edisi 52  tahun 2009

Kategori:unik

Kembang Telon

Januari 5, 2010 Tinggalkan komentar

Bunga Mistis Makhluk Gaib

Kembang talon, begitu sangat dikenal manfaatnya bagi penekun spiritual. Terutama dalam lelaku spiritual yang memberikan kekuatan gaib atas permohonan yang hendak dicapai. Seperti menarik benda gaib, enteng jodoh, muarh rejeki dan permohonan lainnya. Bagaimana kembang talon menjadi sarana berkekuatan mistis dan disenangi makhluk gaib? Ikuti ulasannya hingga tuntas.

Di dalam ilmu kebathinan,  berbagai sarana bisa digunakan untuk mencapai tujuan, meningkatkan ilmu, kadigjayaan dan ketenaran lainnya. Salah satu sarana yang sangat umum dan terkenal digunakan dalam ilmu kebathinan adalah Kembang Telon. Bunga ini menjadi citra begitu akrab dengan tujuan-tujuan tertentu sesuai keinginan. Bahkan, kembang telon yang menjadi sarana, bagi orang-orang tertentu bisa saja untuk memenuhi ambisinya.

Menurut I Gusti Nengah Kelab, asal Karangasem, memaparkan dengan detail, bagaimana kembang Telon ini bisa digunakan dan bagaimana prosesnya. Dikatakan lebih lanjut pria yang akrab disapa Gus Kelab ini, kembang talon adalah bunga tiga jenis, taitu bunga Kenanga (di Bali dikenal bungan sandat), bunga Mawar Putih dan Bunga Melati. Mengapa dipilih ketiga jenis bunga ini? Gus Kelab menguraikan, kembang ini secara fisik sangat bagus, baunya harum. Bunga ini sangat disenangi oleh makhluk-makhluk gaib.

Di sisi lain, bagi penekun spiritual, bunga ini menjadi idola, karena mampu memberikan kekuatan mistis. Sehingga kembang talon layak dijadikan kebanggaan, dan menjadi bagian dari ritual bagi penekun spiritual. Selanjutnya, tutur Gus Kelab yang mampu memainkan ilmu hipnotis, kembang talon ini sudah terkenal sebagai sarana untuk berbagai kepentingan. Bisa digunakan untuk menarik benda-benda pusaka, penguat jodoh, mempelancar rejeki, dan permohonan lainnya.

Untuk memproses Kembang Telon ini, memang diperlukan berbagai lelaku. Khususnya bagi mereka yang ingin mendapatkan kekuatan gaib dari Kembang talon ini. Untuk memprosesnya diperlukan puasa satu hari. Puasa ini tujuannya, agar hawa panas, mampu melenyapkan hawa atau aura negatif yang ada dalam Kembang Telon tersebut. Hawa panas akan bisa merontokkan hawa negatif, sehingga bunga tiga jenis ini mampu mempunyai kekuatan maksimal.

Proses, umumnya dipilih hari-hari tertentu, hari baik, dan biasanya dipilih Jumat Kliwon. “Sekali kembang talon hanya sarana untuk mendukung dan sangat disukai makhluk-makhluk  gaib,” katanya menegaskan.  Bunga ini, lanjut Gus Kelab, mempunyai kekuatan mistis, sehingga bisa mempengaruhi jin, ketika ada keinginan untuk menarik benda-benda gaib.  Prosesnya akan lebih mantap dan berhasil bila digunakan pada malam hari. Intinya, sarana bunga atau kembang talon adalah sarana untuk memanggil jin, tapi bukan untuk kejahatan. Ditujukan kepada makhluk-makhluk tingkatannya yang lebih tinggi.

Kembang Telon, menjadi sarat dengan kekuatan mistisnya, sehingga banyak digunakan oleh para penekun spiritual, apakah untuk mengobati, menarik benda-benda, mencari jodoh, atau memperlancar rejeki serta mencari jabatan. Demikian dijelaskan Gus Kelab yang kini mengabdikan dirinya  di Kelurahan Subagan, Amlapura, seraya menyarankan, agar kembang talon ini dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan positif, walau tidak mustahil bisa digunakan untuk tujuan jahat bagi orang-orang tertentu. ***

Untuk Berita Selengkapnya Baca Tabloid Bali Aga Edisi 52  tahun 2009

Kategori:Utama

Pura Tirta Sagening, Kamasan, Klungkung

Januari 5, 2010 Tinggalkan komentar

Pacentokan kesaktian dikeluarkan oleh Ida Bhatara Sakti Ender kepada anak-anaknya untuk meminum tirta yang mana harus dikeluarkan lagi lewat dubur. Dan anak yang ke 3 berhasil melakukannya dan kemudian menancapkan teteken yang kemudian mengeluarkan tirta sakti yang disebut dengan Tirta sagening

Menelusur kawasan bekas kerajaan Gelgel memang membutuhkan waktu yang tidak lama. Betapa tidak, kawasan seputaran daerah ini hampir tidak ada sejengkal tanah yang lepas dari kawasan kerajaan dulunya. Hingga pada akhirnya saat inipun masih tersimpan berbagai misteri baik yang tersurat dalam purana, cerita rakyat setempat atau bahkan yang tidak ada yang mengetahui asal mulanya.

Kali ini Tabloid Bali Aga mengajak krama sekalian untuk mengunjungi atau istilah lainnya tirtayatra ke Pura yang memiliki nilai historik yang tinggi pada masanya. Pura ini adalah Pura Tirta Segening. Pura ini terletak di pojokan dari Banjar Siku, desa Kamasan, Klungkung. Bisa dikatakan Pura Tirta Segening berada di paling pojok kaje kangin. Rupa-rupanya untuk mendapatkan kisah menarik dari pura ini TBA mesti keliling kesana-kemari mendapatkan sumber yang pas bisa menceritakannya. Awalnya mencari pamangku setempat yang rumahnya berada di belakang daripada Balai Banjar Siku. Rupa-rupanya, jro Mangku sendiri tidak bersedia untuk memberikan sedikit wawancara. Beliau mengaku tidak mengetahui seluk-beluk daripada Pura Tirta Segening secara gamlang. Betapa tidak karena pura ini menyangkut kebrahmanan maka Jro Mangku kemudian mengarahkan TBA ke seorang sumber yang juga pangempon atau tokoh masyarakat di Kamasan. Dia adalah Ida Bagus Mangku, panggilan akrab dari Ida Bagus Mangku Komang Gede (63).

Untuk mencapai rumahnya tidaklah sulit, rumahnya persis berada di sebelah utara daripada pasar Kamasan. Sesampai dirumahnya, kemudian ada seseorang mempersilahkan TBA untuk masuk. Sampai di dalam, tampak sosok pria setengah baya berjanggut, memakai sarung dengan pinggang dililit selempot putih.

Sebelumnya tampak pasangan suami istri sedang duduk berhadapan dengan IB Mangku, dengan perlengkapan pejati lengkap dan juga pasangan ini meminta terowongan hidup kedepannya atau istilah lainnya meramal diri.

Selanjutnya, tidak berselang lama kemudian IB Mangku mempersilahkan TBA untuk duduk dan menanyakan tujuannya. Setelah itu, IB Mangku langsung mengerti dan menceritakan langsung kepokoknya. Rupa-rupanya Pura Tirta Segening ada hubungannya dengan para Sulinggih dan brahmana di Bali dan nusantara.

Begini cerita awalnya, Ida Bhatara Sakti Wawu Rawuh atau juga dikenal dengan Ida Bhatara Sakti Ender mengadakan sebuah sayembara yang dikhususkan kepada anak-anaknya. Dengan tujuan hanya untuk nyentokang (memperlihatkan) kesaktian masing-masing. Singkat cerita sesuai dengan apa yang diujarkan IB Mangku, yang berhasil adalah anak ketiganya yang bernama Ida Bhatara Telaga Keniten. Yang mana kemudian keturunan beliau menggunakan nama Keniten dibelakangnya.

Ida Bhatara Sakti Ender saat ini menyuruh anak-anaknya untuk meminum tirta yang mana tirta yang diminum tersebut harus dikeluarkan lewat silit (dubur). Nah ternyata Ida Bhatara telagalah yang mampu untuk melakukan hal tersebut. Dan kemudian beliau menancapkan teteken yang kemudian mengeluarkan tirta yang sangat jenih. Yang mana hingga saat ini keluarnya tirta ini disebut dengan Pura Tirta Sagening. Dan banyak krama yang tangkil untuk ngaturang ayah dan melaksanakan persembahyangan utamanya palukatan di sini.

Lain lagi, sementara jika dilihat secara kasat mata lokasi Pura ini memang berada di samping sebuah aliran sungai. Dan rupa-rupanya pada jaman keemasan Bali dulu, seorang brahmana sakti ( Ida Bhatara sakti ender) telah bertempat tinggal di sini bersama keluarganya. Siapapun tidak akan menyangka kalau daerah ini pada jaman dulu merupakan pusatnya Brahmana yang ada di Bali dan bahkan yang ada di seluruh Nusantara ini.

pusat pura tepat berada di pinggiran sebelah timur daripada aliran sungai yang cukup deras. Hingga menutup sebagaian daripada sungai ini untuk mempermudah melaksanakan kegiatan persembahyangan. Suasana kesucian memang sangat terasa dan ditambah dengan rimbunnya pohon beringin yang berada tepat di atas pura. Selain itu Pura Tirta Sagening yang berada di samping sungai, juga bisa dikatakan menempel dengan sebuah perbukitan di sebelah timurnya yang merupakan lokasi persawahan milik krama.

Untuk Berita Selengkapnya Baca Tabloid Bali Aga Edisi 1 tahun 2010

Kategori:Tirtayarta
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.