Tenungan Indonesia Tahun 2010
PERSPEKTIF WARIGA DEWASA
Penulis : Ida Bagus Putra Manik Aryana
Dalam khasanah naskah Bali terdapat beberapa teks yang dari keseluruhan pembahasannya, menyelipkan juga ramalan-ramalan bagi Nusantara, berdasarkan ketentuan Tahun Caka Bali. Naskah-naskah tersebut termasuk katagori wariga, yakni pengetahuan tentang sistim tarikh Bali, terutama dalam eksistensinya sebagai penentu padewasan atau hari baik. Seringkali dalam teks-teks wariga juga disajikan tatacara yang seolah-olah melampaui batasan pengertian wariga itu sendiri, hal seperti ini lumbrahnya disebut dengan tenung wariga.
Arti kata tenung di sini hampir sepadan dengan kata tenung dalam bahasa Indonesia yang bermakna kepandaian dsb untuk mengetahui (meramalkan) sesuatu yang gaib (seperti meramalkan nasib, mencari orang hilang), (KBBI. 2002 : 1176). Khusus dalam bahasan ini, makna kata tenung diartikan sebagai cara untuk meramalkan kejadian-kejadian yang akan datang.
‘formula’ wariga dalam meramal nusantara diistilahkan dengan nama Tenung Sasih Pangunyan. Pengertian tenung dalam bahasa Bali telah disajikan di atas, sedangkan sasih artinya bulan-bulan dalam tahun Caka dan pangunyan diambil dari kata dasar unya yang artinya kunjung; setelah mendapat awalan (pa)+(N) dan akhiran (an), kata unya yang telah menjadi pangunyan ini bermakna tindakan untuk mengunjungi; jadinya ketetapan-ketetapan bulan inti dalam tahun Caka dikunjungi oleh bulan-bulan lain, atau untuk lebih mudahnya ‘diganggu’ oleh sasih / bulan yang lain. Ketentuan pangunyan inilah yang memunculkan ramalan – ramalan pada masing-masing sasih / bulan dalam setahun, jadinya pada setiap bulan selama setahun Caka, Tenung Wariga Sasih Pangunyan ini akan memberikan ramalan-ramalannya.
Sistim tahun Caka jelas berbeda dengan sistim tahun Masehi, tahun Caka Bali merupakan kombinasi antara tahun Surya, Candra dan Wuku, dimana pergantian tahunnya akan terjadi pada pagi hari saat matahari terbit paruh terang 1 (pananggal pisan) sasih ke 10 (kadasa / Waisyaka), berbeda dengan tahun Masehi yang pergantian tahunnya terjadi pada jam 00 hari pertama bulan Januari.
Untuk tujuan yang lebih luas agar dapat menjangkau masyarakat Nusantara, ramalan – ramalan Tenung Sasih Pangunyan akan disajikan mengikuti ketetapan-ketetapan bulan dalam tahun masehi, dimana dilakukan penyesuaian bulan-bulan dalam tahun Caka dengan bulan-bulan tahun Masehi.
Untuk Berita Selengkapnya Baca Tabloid Bali Aga Edisi 52 tahun 2009



Komentar