Diksa Pariksa Ida Bhawati I Gede Kompiang Wiradi dan Ida Bhawati Istri
Setelah menjalani proses kepemangkuan selama lima tahun lebih, dan bhawati selama setahun, Ida Bhawati I Gede Kompiang Wiradi bersama Ida Bhawati Istri Kadek Wiwik Trisnaningsih, memutuskan untuk melanjutkan atau meningkatkan kesucian diri ke tingkat yang lebih tinggi yakni menapak ke jenjang kesulinggihan.
Hal itu dibuktikan dengan dilaksnakannya Diksa Pariksa yang dilakukan selama dua kali yakni pertama pada tanggal 30 September 2010 digelar di Sekretarian Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi Pusat di Jalan Cekomaria, Denpasar. Sementara Diksa Pariksa kedua dilaksanakan di Pura Agung Pasek Sumertha oleh Tim Dhiksa Pariksa PHDI Kota Denpasar.
Lebih jauh dijelaskan, tujuan melaksanakan upacara Dwijati itu adalah selain niat dan keinginan untuk meningkatkan kesucian diri, juga tak terlepas dari dorongan serta desakan umat Panyungsung Pura Agung Pasek Sumertha yang tersebar di enam kabupaten di Bali. Di samping itu, secara niskala juga karena petunjuk Ida Bhatara Kawitan agar segera menyucikan diri menjadi sulinggih.
“Sebelumnya tiang tidak ada niat untuk segera melaksanakan upacara padiksan ini, tetapi karena alasan itu di atas, serta tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, akhirnya tiang memutuskan untuk segera menggelar upacara padiksan ini,” tegas Ida Bhawati yang dikenal ramah ini menegaskan.
Menurut Ida Bhawati I Gede Kompiang Wiradi ketika diwawancarai di Pasramannya beberapa waktu menjelaskan, upacara Dhiksa Pariksa itu berjalan dengan baik dan lancar. Semua persyaratan serta pertanyaan yang dilontarkan kedua tim dhiksa itu, bisa dijawab dengan baik tanpa hambatan, sehingga Tim Dhiksa sekaligus menyatakan lulus dengan baik dan berhak melaksanakan upacara Dwijati yang dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2010 mendatang.
Runtutan upacaranya yakni tanggal 21 Oktober 2010 dilaksanakan acara Panyembrahma Panglingsir Pura Agung Pasek Sumertha, Dharma Wacana, dilanjutkan upacara padiksan dirangkaikan dengan Ngalinggihang Puja dan Mapulang Linggga.
Sementara, pada tanggal 22 Oktober 2010, tepatnya pada Purnamaning Sasih Kalima, Sukra Pon Wuku Kulantir, dilaksanakan upacara puncak di antaranya atur piuning Prawartaka karya, sambrama wacana MGPSSR pusat, Sambrama Wacana PHDI Kota Denpasar, Ngewacen Ilikita miwah penyukserahan piagam utawi sertifikat, sambrama Wacana Murdhaning Jagat Denpasar, serta dilanjutkan melaksanakan acara lainnya.
Selengkapnya edisi 43



Komentar