Arsip

Archive for the ‘Khas’ Category

Uniknya Tajen Tektekan di Pura Buitan, Tulikup, Gianyar

Februari 2, 2010 Tinggalkan komentar

Semua Uran Kalah Diebat

Tajen tektekan, begitu disebut namanya, tiada lain tajen yang unik dalam peleksanaannya. Bedanya dengan tajen lain, semua uran (ayam jago-red) yang kalah di arena pertarungan tidak dibawa pulang, melainkan langsung diserahkan kepada tukang ebat untuk dijadikan adonan. Adonan ini pun dibagi kepada semua pamedek dan petani yang sedang bekerja di sawah.

Tidak lengkap menyebut Bali kalau tidak ditemukan ritual unik.  Begitulah yang terjadi atau  rutin digelar di Pura Buitan, Desa Adat Tulikup, Gianyar, Bali. Namanya tajen Tektekan yang digelar di utama mandala pura. Tajen ini, tutur Perbekel Tulikup yang juga Ketua PHDI Gianyar, tajen ini memang unik di daerah Gianyar.

“Semua uran atau siap yang kalah tarung tidak dibawa pulang oleh babotoh menang, melainkan langsung dijadikan adonan (ebat-ebatan-red),” tutur Ir. I Gusti Agung Mk. Adiarta di Pura Buitan. Tajen ini tidak berbeda dengan yang lainnya.  Pagelaran tajen ini biasa menggunakan toh di antara babotoh. Hanya saja tidak menggunakan ijin dari aparat, tapi disertai memberikan permaklulaman  bahwa di pura bersangkutan diselenggarakan tajen hanya untuk ritual.

Uran atau ayam jago diutamakan dulu dari pengurus desa. Masing-masing diwajibkan untuk membawa seekor uran. Namun, babotoh lain juga bisa membawa uran. Sehingga, tajen pun cukup meriah dan ramai. Pantauan Bali Aga, ternyata tajen sudah mulai sejak paginya. Mereka atau babotoh datang dari berbagai daerah, bahkan dari Klungkung juga ada.

Uniknya, setiap uran atau ayam jago yang kalah dalam tarung, langsung diserahkan kepada tukang ebat yang sudah disiapkan untuk ngolah ebat-ebatan. Dikatakan Adiartha, setelah ayam ini diolah, semua adonan atau olahan ayam ini dibagikan kepada semua pamedek. Bahkan, bagi mereka atau petani yang masih bekerja di sawah saat acara ini, diberikan bagian adonan..

“Keunikannya  tidak hanya dinikmati pamedek, tapi juga bagi petani yang sedang ngolah sawahnya,” ujar Adiarta yang juga Ketua PHDI Gianyar. Dikatakan Adiarta, tajen ini dilaksanakan setiap tahunnya. Dan kali ini digelar Jumat (15 Januari) bertepatan dengan hari Siwaratri (Tilem Kapitu).

selengkapnya baca TBA edisi 5

Kategori:Khas

Madeg Bhawati Jro Mangku Pasek di Klungkung

Februari 2, 2010 Tinggalkan komentar

Upacara Madeg Bhawati dilaksanakan di Griya Wanagiri, Pegending, Semarapura. Hadir menyaksikan upacara tersebut para pemangku, pandita serta ratusan warga pasek di Kabupaten Klungkung. Upacara Madeg Bhawati tersebut salah satu rentetan upacara sebelum menjadi pandita.

Untuk meningkatkan status kepemangkuan yakni dari pemangku menjadi pandita, Pasemetonan Pasek di Kabupaten Klungkung Jumat (15/1) melaksanakan upacara Madeg Bhawati terhadap dua pemangku di Kabupaten Klungkung. Dua pemangku tersebut yakni Jro Mangku Pasek Nengah Gunarka dan istrinya Jro Mangku Istri Nyoman Tampiasih asal Desa Nyanglan, Banjarangkan dan Jro Mangku Pasek Komang Sidemen beserta istrinya Jero Mangku Istri Pasek Wayan Wati dari Desa Tegak, Klungkung.

Upacara Madeg Bhawati dilaksanakan di Geria Wanagiri, Pegending, Semarapura. Hadir menyaksikan upacara tersebut para pemangku, pandita serta ratusan warga Pasek di Kabupaten Klungkung. Upacara Madeg Bhawati tersebut salah satu rentetan upacara sebelum menjadi pandita. Madeg Bhawati ini merupakan suatu upacara mati raga yang dilaksanakan  pemangku tersebut sebelum nantinya didiwijati untuk menjadi pandita.

“Prosesi upacara matiraga ini dilaksanakan selama kurang lebih 1 jam, dengan tujuan untuk membersihkan diri dari ikatan–ikatan keduniawian,” demikian diungkapkan Nyoman Suastika selaku panitia upacara. Selain itu, setelah melalui upacara Madeg Bhawati ini, para Jro Mangku yang diupacarai saat ini akan mengikuti pendalaman–pendalaman tentang Weda selama kurun waktu 6 bulan hingga 2 tahun, sebelum nantinya diupacarai kembali dengan prosesi upacara  dwijati untuk proses menjadi pandita. Disebutkan pula, upacara madeg Bhawati ini terlaksana berkat dukungan dan partisipasi seluruh warga Pasek.

Sementara itu, Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi Made Swastika Adiguna menyatakan, kegiatan upacara yang dilaksanakan saat ini dasar pelaksanaan untuk menjadi sulinggih di pasemetonan Pasek. Dengan kegiatan ini diharapkan pula dapat meningkatkan rasa persatuan dari seluruh warga Pasek. Sementara pada upacara Madeg Bawati yang dilaksanakan kemarin ini diawali dengan upacara melukat, selanjutnya para pemangku tersebut melaksanakan upacara mati raga untuk selanjutnya dilahirkan kembali dengan prosesi upacara seperti upacara kelahiran pada umumnya yang ditapak Nabe Ida Pandita Mpu Jaya Wijaya Nanda dari Griya Kutuh Kuta dan Ida Pandita Mpu Daksa Jaya Diana dari Griya Bali dan, Nusa Penida.* krista

Kategori:Khas

Di Balik Lomba Ngejuk Kucit di Kertalangu, Denpasar

Februari 2, 2010 Tinggalkan komentar

Maknai Tumpek Kandang dengan Budaya Unik

Tumpek Kandang, saatnya binatang punya otonan (jangan tersinggung bagi mereka yang lahir Tumpek kandang), untuk itu ada sebuah kegiatan menarik di Desa Budaya Kertalangu, Dentim. Di mana diselenggarakan sebuah lomba unik yakni ngejuk kucit. Pasti mengasyikan bagi pesertanya!!!!

Belakangan ini kerap terjadi virus yang penyebarannya melalui binatang, entah itu flu burung, babi, penyakit antraxs dan yang paling tren saat ini adalah rabies dari anjing dan juga binatang yang memiliki bulu lainnya. Namun ini bukanlah mengenai penyakit atau hal lain sejenisnya. Melainkan sebuah tradisi unik yang baru menjadi tren di Bali. Yakni lomba ngejuk kucil (menangkap babi).

Menelisik lomba ini lebih jauh, sudah sejak beberapa tahun  lalu sudah kerap diadakan lomba seperti ini. Seperti misalnya di saat acara Kuta festival dan acara lomba lainnya. Namun kali ini oleh pemerintah Kota Denpasar dalam hal ini Dinas Peternakan, Perikanan Dan Kelautan Peternakan, Perikanan Dan KelautanPertenakan, perikanan dan kelautan mengadakan lomba ngejuk kucit. Lomba kali ini dikaitkan dengan upacara Tumpek kandang yang seyogyanya datang tiap 6 bulan sekali.

Acara lomba dilaksanakan di Desa Budaya Kertalangu, Dentim. Saat itu, dengan bertelanjang dada, tujuh peserta yang sudah siap menerima aba-aba dari Walikota Denpasar bersiap-siap mengambil ancang-ancang. Ratusan penonton dan photographer yang sudah menunggu dari pagi tidak berkedip sedikitpun untuk menyaksikan adegan yang jarang ditemui ini. Setelah aba-aba tanda dimulai, peserta dengan berkubang lumpur mulai melakukan aksinya. Bisa ditebak beberapa peserta ada yang jatuh terguling-guling bahkan ada yang sampai keluar arena sampai-sampai yang mengejar duluan kelelahan dibanding kucitnya yang masih segar bugar. Hal ini membuat penonton makin semangat untuk memberikan motivasi sambil tertawa lebar. Hal serupa juga terjadi saat lomba menangkap bebek. Puluhan siswa sekolah dasar berebut menangkap bebek untuk kemudian dimasukkan ke tempat penampungan. Dalam lomba menangkap bebek peserta yang paling banyak dapat itulah yang berhak keluar sebagai juara. Selain menggelar lomba ngejuk kucit dan bebek juga digelar lomba ngejuk lindung, matekap, dan mewarnai.

Bisa dibayangkan, seandainya lomba seperti ini kerap dilaksanakan pasti banyak yang akan menontonnya jika dibandingkan dengan menonton kesenian lainnya yang kerap krama Bali saksikan. Saat itu, kegirangan para penonton tidak terkira. Bahkan ada yang tertawa hingga cekikikan kehabisan suara. Salah seorang penonton dari Batubulan ( jaraknya sangat dekat dengan lokasi lomba_red) mengatakan baru kali ini menyaksikan lomba seperti ini. Dia mengharapkan pemerintah maupun pihak swasta memiliki program untuk pengadakan lomba-lomba unik dan juga lomba atau pertandingan jaman dulu perlu digalakkan lagi. Karena hal ini pastinya akan menjadi tujuan baru bagi wisatawan baik lokal domestik dan tentunya mancanegara. Menurut Kadis Peternakan, Perikanan Dan Kelautan Ir. Dewa Ngurah selaku kordinator mengatakan, hari Tumpek Kandang merupakan hari untuk memuliakan hewan/ternak yang merupakan warisan leluhur secara turun temurun yang bersifat religius dan membudaya. Melalui upacara Tumpek Kandang kita mensyukuri karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah melimpahkan hewan/ternak untuk menopang kehidupan sehari-hari sebagai sumber protein khewani. Dalam acara penutupan kemarin juga diserahkan hadiah bagi pemenang lomba seperti; untuk lomba metekap dimenangkan I Kt. Genting (Denbar), juara ngejuk lindung dimenangkan oleh SD. 12 Sanur (Densel), ngejuk bebek/itik dimenangkan banjat Kertelangu 2 (Dentim), ngejuk kucit juara I Denpasar utara dan untuk katagori umum juara I dimenangkan oleh I Kt. Sudiana.*

Kategori:Khas

Mama Lauren dan Ramalan Tentang Perang Dunia Tahun 2010

Februari 2, 2010 Tinggalkan komentar

Vangelia Gushterova, peramal yang disetarakan dgn Nostradamus. Dia asal Bulgaria meninggal 1996. Meramalkan PD III meletus pada Nov 2010 Boleh percaya boleh tidak tapi ramalan ini sunggung mengerikan. Seorang peramal asal Bulgaria, yang disetarakan dengan Nostradamus atau peramal terkenal Valdes, mengatakan, perang dunia ke 3 akan meletus pada November 2010.

Diawali dengan perang antara Negara tetangga yang berkembang menjadi besar dan melibatkan banyak Negara, serta terjadi perang nuklir dan senjata kimia. Peran ini akan berlangsung empat tahun, hingga 2014. Akibatnya sungguh mengerikan, perang ini menghancurkan hampir semua kehidupan di belahan bumi Utara, khususnya Eropa yang penduduknya nyaris musnah. Benua eropa diramalkan hanya didiami hanya sedikit orang karena banyak yang musnah karena perang.

Perang Dunia kali ini tidak seperti perang dunia I dan II, kali ini kecanggihan teknologi persenjataan, nuklir, kimia, dll, ikut berperan menghancurkan semua, bukan hanya pasukan yang terlibat perang tapi juga masyarakat yang tak berdosa. Setelah perang, hampir sebagian besar penduduk dunia akan mengalami penyakit kanker kulit dan penyakit kulit lainnya akibat senjata kimia dan nuklir. Lebih jauh tentang ramalan itu ikuti ulasan ini. Tidak banyak orang percaya pada ramalan namun kepercayaan itu biasanya baru akan muncul ketika apa yang diramalkan mulai menunjukkan kebenaran atau menjadi kenyataan. Seperti halnya Vanga yang memiliki nama asli Vangelia Gushterova, seorang peramal asal Bulgaria.

Pada awal kemunculannya, tak banyak orang percaya prediksinya tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada masa depan. Namun seiring waktu ketika prediksinya itu mulai menjadi kenyataan, orang pun mulai berpaling padanya. Mulai mengingat-ingat apa yg pernah dikatakannya dulu. Banyak ramalan-ramalan Vanga tentang peristiwa-peristiwa besar yang mengguncang dunia, pada akhirnya menjadi kenyataan. Vanga telah meninggal sejak 1996. Namun ramalan-ramalannya tentang masa depan dunia kini dicermati semua orang. Setelah sejumlah ramalan terdahulu menjadi kenyataan. Sebut saja, prediksinya tentang serangan teroris pada Amerika pada 9 September 2001 atau dikenal dgn 9/11. Ketika itu dia mengatakan Amerika akan ‘jatuh’ oleh serangan burung baja.

Dan itu menjadi kenyataan di mana pusat kebanggan Amerika, World Trade Center, ditabrak oleh pesawat yg dibajak teroris. Dia juga pernah meramalkan tentang meletusnya Perang Dunia ke-II, juga tentang perestroika yang menjadikan ‘ wajah’ Rusia berbeda, serta kematian Putri Diana. Atau tenggelamnya kapal selam Kursk di Laut Barents yang berhubungan dengan konflik bersenjata di South Ossetia. Ramalan tentang tenggelamnya kapal selam nuklir kebanggaan Rusia, Kursk, ini diungkapkannya pada 1980. Ia mengatakan,” pada pada agustus antara tahun 1999 atau 2000, Kursk akan diliputi air dan dunia akan menangisinya”. Ternyata terbukti, tahun 2000 kapal selam nuklir itu tenggelam.

PERANG DUNIA KE-III Kapal selam nuklir kebanggaan Rusia, Kursk, tenggelam tahun 2000 di Laut Barents. Vanga meramal tenggelamnya Kursk pada 1980 Namun yang menggegerkan Vanga meramalkan tentang meletusnya Perang Dunia ke-3 tahun 2010. Berdasarkan terawangnya, Perang Dunia ke-3 itu terjadi karena konflik akibat percobaan pembunuhan terhadap kepala Negara, yakni Ukraina, Estopnia, Lituania dan Polandia yang bagian ke Georgia. Perang Dunia meletus setelah konflik yang terjadi di Hindustan (India).

Awalnya, perang tersebut hanya perang local antar Negara tetangga yang dimulai pada November 2010. Lalu perang itu merembet melibatkan banyak Negara, terjadi perang nuklir dan senjata kimia. Perang Dunia ke III ini akan selesai menjelang Oktober 2014.

Akan Diramal Makhluk Gaib

Berikut ini cuplikan ramalannya yang mengerikan: 2011: akibat perang, hujan radioaktif akan menghancurkan hampir semua kehidupan di belahan bumi Utara. Kebanyakan orang-orang Eropa akan musnah.

2014: Akibat mengerikan diterima penduduk dunia akibat serangan senjata kimia dan nuklir selama perang. Di mana sebagian besar penduduk dunia akan menderita kanker kulit dan penyakit kulit lainnya.

2016: Penduduk Eropa hingga sedikit, nyaris benua itu tidak didiami.

2018: Cina akan tampil sebagai Negara superpower baru, yang memiliki kekuasaan besar di dunia. Yang tadinya eksploiters akan menjadi yang diekploitasi.

2023: Orbit tanah akan berganti

2025: Penduduk eropa masih sangat jarang. Akhir dari Perang Dunia Ke II 1940 Vanga lahir 1911 dengan nama Vangelia Pandeva Dimitrova, setelah menikah namanya menjadi Vangelia Gushterova. Ia berasal dari Bulgaria dan buta sejak usia 12 tahun. Vanga banyak menghabiskan hidupnya di area Rupite di Kozhuh Mountains, Bulgaria. Ia diduga buta huruf dan tidak menulis apapun ramalannya. Ramalan-ramalannya hanya diucapkan dan orang merekamnya. Kadang ada kesulitan, karena ucapannya kadang bercampur dialeg Bulgaria yang sulit dimengerti. Ia mengatakan, kemampuannya melihat masa depan karena bantuan makhluk gaib yang mendampinginya dan membisikkan padanya tentang apa yang akan terjadi. Tapi Vanga tidak bisa menjelaskan dari mana makhluk gaib itu berasal.
Makluk gaib itulah yang memberinya informasi tentang orang atau apapun yang akan terjadi atau telah terjadi. Kini ramalan-ramalan Vanga menjadi objek penelitian Institut Bulgaria. Sebanyak 7000 ramalannya kini tengah diteliti. Dari penelitian tersebut, dikatakan bahwa 80 persen dari ramalannya akurat. Sesaat sebelum kematiannya, Vanga , meramalkan, bumi akan dilanda keresahan dan ketidak seimbangan, serta sejumlah makluk luar angka (alien) yang sebenarnya telah bertahun-tahun hidup di bumi.* TM

Kategori:Khas

I Gusti Kade Adiarta Pengerajin Perak Tabanan

Januari 5, 2010 Tinggalkan komentar

Perlu Waktu, Ide dan Modal


Suatu usaha yang digeluti dengan serius pada akhirnya akan mendatangkan hasil. Seperti ketekunan I Gusti Kade Adiarta asal Jln Majapahit No 51, Banjar Kamasan, Dajan Peken, Tabanan sebagai pengrajin perak. Bagaimana lika-liku bisnisnya ini ? ikuti liputannya.

Apapun memerlukan waktu yang lama untuk bisa menjadi ahli dalam suatu hal. Seperti usaha yang kini dijalani Adi demikian panggilan akrabnya sebagai pengrajin perak. Diperlukan pengorbanan maupun keteguhan  hati untuk tetap berusaha mendalami usaha sebagai pengrajin perak.

Sejak Tahun 2003 Adi sudah mulai belajar secara otodidak untuk menjadikan kepingan perak yang terlihat biasa saja menjadi asesoris indah menarik hati. “Awalnya hanya melihat langsung teman yang mengerjakan perak di Celuk, Gianyar. Dengan melihat langsung orang yang mengerjakan perak otomatis perlahan ada  pengetahuan yang diperoleh dan mulailah dari   tahap termudah, misalnya pengenalan kadar perak, membuat patri, peleburan, panindesan dan perakitan,” papar pria lajang kelahiran 18 Januari 1982.

Kehadiran pria muda ini sebagai pengrajin perak menambah jumlah pengarin perak Tabanan yang jumlahnya masih sangat sedikit. Tidak banyak orang yang memiliki kemampuan untuk menyulap logam mulia menjadi kilauan perhiasan yang mempercantik penampilan.

Pada awalnya semua memang terasa susah, namun Adi tidak pernah menyerah meski harus belajar dari tahap dasar. Belajar dari hal yang termudah peleburan dan  pengamplasan. Diperlukan waktu kurang lebih empat bulan hingga ia bisa menjadi pengrajin perak yang cukup mandiri di Tabanan. “Benda tersimpel yang pertama kali dipelajari yaitu membuat cincin kawin tanpa permata,” ungkapnya.

Sebagai pengrajin perak ia lebih sering berekspresi sendiri di rumah mengingat sudah ada peralatan meski masih sederhana. Kendala dalam permodalan dialami sebagian besar pengrajin perak untuk dapat mengembangkan diri. Tidak bisa membuat stok barang yang bisa dijadikan pilihan oleh masyarakat. Sehingga Adi hanya bekerja sesuai dengan pesanan yang ada.

Selama ini dari berbagai pesanan yang ada, harga yang ditawarkan berkisar antara 20 ribu rupiah hingga 300 ribu rupiah. Pesanan yang banyak datang berjenis cincin, namun Adi juga tidak segan-segan menerima pesanan perhiasan jenis lain seperti kalung maupun jenis lainnya.

Untuk Berita Selengkapnya Baca Tabloid Bali Aga Edisi 1 tahun 2010

Kategori:Khas

Ida Pandita Sri Bhiksuni Ari Wijati

Januari 5, 2010 Tinggalkan komentar

Ngalinggihan Puja Tingkatkan Kajnanan

Sekitar tiga bulanan (108 hari) Ida Pandita Sri Bhiksuni Ari Wijati yang tinggal di Pasraman Puncak Giri Kusuma, Banjar Belah, Luwus, Baturiti, dinobatkan menjadi sang sulinggih dengan upacara trijati (madiksa).  Pandita satu-satunya sulinggih istri di Tabanan, ditapak nabenya dari Ida Pandita Mpu Nabe Padang Tegal, Ubud, Gianyar mengambil momen angka sembilan (9) di bulan September 2009 lalu.

Sabtu Pon Matal (26/12) Ida Pandita yang bernama walaka Jro Pilihan Sunari Gading, ditingkatkan kejnanan-nya (kemampuan nganutin sesana) sehingga bisa melaksanakan atau muput upacara yang lebih tinggi lagi tingkatannya. Hanya saja, walau sudah ngalinggihan puja (Weda), masih ada tingkatan yang masih ditunggu yaitu mulang lingga.

Menurut Pandita  Sri Bhiksuni yang didampingi Ketua Yayasan Spiritual Dharma Santhi, Mengwitani, Badung I Ketut Nedeng, dengan ngalinggihan puja, Pandita sudah bisa muput upacara yang lebih besar, seperti upacara dengan sarana bebangkit, ngaben dengan bebangkit. Hanya saja, belum berhak dan berwenang muput upacara nyatur niri (sejenis) upacara masanggar tawang rong tiga.

Untuk itu, Ida Pandita masih menunggu beberapa bulan lagi untuk mulang lingga. Kalau tidak ada halangan dan Ida Sasuhunan suweca, Pandita Sri Bhiksuni kembali menggelar upacara mulang lingga bertepatan dengan rarahinan Pujawali Sanghyang Aji Saraswati. “Dengan dilakukan ngalinggihan puja, tiang sudah dinyatakan meninggkat  dalam hal kewenangan untuk muput, termasuk kemampuan mapuja sudah dianggap mampu dan berwenang dalam muput upacara yang lebih besar lagi,” tutur Pandita Bhiksuni yang nyungsung Ida Sasuhunan Siwa-Bhuda.

Upacara dengan sederhana tapi hikmad ini, juga dipuput dengan Topeng Sidakrya yang dibawakan atau dipersembahkan pragina dari Banjar Peneng, Mekarsari, Baturiti, Tabanan  bernama  I Wayan Suma yang diiringi gamelan sekaa gong dari Banjar Belah, Desa Luwus, sendiri. Bertepatan acara pentas topeng ini hujan turun membasahi Ibu Pertiwi.  Namun acara tetap berjalan dengan lancar dan mantap. ***

Kategori:Khas

Mira Artha Spiritual, Klungkung

Januari 5, 2010 Tinggalkan komentar

Bangkitkan Hidup dengan Kasih, Seva dan Bahagia

Bagi krama Klungkung (Semarapura) dan sekitarnya, ingin mendapatkan kebutuhan spiritual, datang saja dan dapatkan sarana-sarana kebutuhan spiritual di UD. Mira Artha. Di tempat ini Anda akan menemukan suasana romantis dengan lantunan tembang-tembang spiritual guna membersihkan pikiran menjadi penuh kasih, damai dan bahagia.

Mira Artha, salah satu tempat atau toko yang menyajikan sarana, benda-benda spiritual untuk umat manusia yang ingin menggapai hidup bahagia, damai, romantis dan penuh kasih sayang. Pasalnya, seperti dijelaskan pemilik Mira Artha Ibu AA. Istri Oka Suhati kepada Bali Aga di ruang kerjanya. Menurut Ibu Agung panggilan akrabnya, sejak dulu dirinya sangat getol dengan kehidupan bernuansa spiritual. Ketika sakit, semangat hidupnya terasa bangkit kembali. Dan merasakan sekali betapa indahnya hidup ini kalau dekat dengan buku-buku, tembang-tembang, serta asesoris spiritual (gambar-gambar spiritual).
Ibu Agung yang kini sejatinya sudah usia lanjut, tapi tampak awet muda, diyakini imbas dari hobinya atau asratnya ditumpahkan di dalam dunia tuntunan spiritual. Sehingga, wajah tampak indah tanpa kerutan tua. Semua ini, tutur Bu Agung, sangat memberikan pengaruh terhadap pola hidup yang dipilihnya. Mumpung belum terlambat, sejak puluhan tahun lalu, ingin mengajak semua umat manusia di Klungkung khususnya agar lebih dekat dengan kehidupan spiritual. Rajin-rajin membaca buku spiritual, meditasi, bajan, nguncaran bait-bait kitab suci.
Untuk mendapatkan tuntunan hidup spiritual, alangkah indahnya miliki sarana-sarana atau asesoris serta benda-benda spiritualnya. Gunanya, agar hidup ini bisa memiliki rasa dan sentuhan hidup penuh kasih sayang, suka memberikan seva (pelayanan), sehingga orang lain bukan lagi musuh, pesaing, tapi menjadi bagian dari anggota keluarga besar.

Untuk Berita Selengkapnya Baca Tabloid Bali Aga Edisi 1 tahun 2010

Kategori:Khas
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.