Beranda > Utama > Aura Mistis Marga Tiga

Aura Mistis Marga Tiga

Strategis Mohon Kekuatan Sekala-Niskala

Marga tiga, bagi umat Hindu di Bali, sangat akrab digunakan untuk menggelar segala jenis upacara. Karena, marga tiga diyakini sangat strategis mohon kekuatan para dewa, makhluk alam dan diyakini juga memancarkan kekuatan magis. Di samping marga tiga juga disebut-sebut mempunyai kekuatan mistis.

Umat Hindu di Bali, di dalam melaksanakan ajaran agama, sangat dekat bahkan menyatu dengan alamnya. Ini artinya, Hindu tidak hanya mengajarkan umatnya berfilsafat dalam agama, justru lebih dekat dengan praktek yang sesungguhnya. Hasilnya, umat Hindu menabur benih-benih toleransi begitu tinggi terhadap semua kehidupan. Hindu juga, sangat menghormati segala kehidupan di jagat ini. Pasalnya, menurut ajaran Hindu, semua yang ada di bumi ini adalah ciptaan Hyang Widhi. Termasuk benda mati pun dipandang memiliki roh.

Karena konsisten dengan alam, tidak salah setiap upacara agama Hindu di Bali khususnya, isi upakara tidak jauh dari isi alam. Contoh sederhananya, persembahan yang dilakukan umat Hindu tidak lepas dari air, buah, bunga, api, daun yang semuanya berasal dari Panca Maha Bhuta yaitu lima kekuatan alam yang memberikan kehidupan dan dari mana manusia berasal.

Itu juga, kenapa umat Hindu menjadikan setiap tempat sebagai sentra melaksanakan  upacara atau ritual. Sesungguhnya, umat Hindu di Bali mengenal adanya tempat-tempat yang mengandung kekuatan sakral, suci, angker, keramat yang diyakini memberikan kehidupan secara sekala dan niskala. Tidak luput yang disebut perempatan jalan (simpang empat) atau sering disebut catuspata, dipandang tempat yang diyakini mempunyai kekuatan magis.

Catuspata, secara kasat mata, adalah tempat yang mempunyai kekuatan strategis baik dalam bidang ekonomi (bisnis, usaha), juga menjadi kekuatan yang mampu menarik umat manusia mencurahkan perhatian terhadap catuspata ini. Sehingga, di perempatan ini kerap ada palinggih, patung yang tujuannya agar pengguna jalan bisa lebih waspada, dan lebih berhati-hati. Dengan adanya media patung atau palinggih, pengguna jalan akan mengurangi laju kendaraannya, demikian juga umat manusia akan mengalihkan perhatian sejenak terhadap media yang ada di tengah-tengah catuspata tersebut. Begitu juga, di dalam penggunaan jalan masepak (terbagi menjadi empat, akan menjadi tertib, artinya ke mana arah perjalanan laju kendaraan diarahkan agar tidak terjadi benturan atau terjadi krodit antara pengguna jalan tersebut. Lalu, bagaimana kekuatan sekala-niskala marga tiga atau disebut juga pateluan, pertigaan?

Ditanya kekuatan marga tiga, seorang sulinggih yang mantan wartawan  mabhiseka  Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda mengatakan, marga tiga memang menjadi media upacara bagi umat Hindu di Bali. Karena, marga tiga yang juga disebut peteluan, pertigaan, adalah penguasa bermacam-macam kekuatan. Di sisi lain, ujar sulinggih yang tinggal di Pupuan, Tabanan ini, marga tiga memancarkan kekuatan magis. Dihuni oleh makhluk alam.

Secara kasat mata, marga tiga menjadi sentra untuk melakukan berbagai kehidupan. Marga tiga, menjadi pusat kehidupan, karena menjadi pusat perhatian, ke mana perjalanan selanjutnya diarahkan atau dituju. Di sisi lain, ujar Pandita Mpu usia 58 tahun ini, upacara kematian, manusa yadnya, dewa yadnya, bhuta yadnya, juga kerap menggunakan marga tiga. Lebih-lebih nebusan bagi orang yang meninggal  tanpa jasad.

Ini artinya, tutur Pandita Mpu yang juga pendiri Majalah Hindu Raditya ini, marga tiga menjadi sentra upacara. Karena, diyakini marga tiga memancarkan kekuatan magis. Dengan menggunakan marga tiga, maka kekuatan semua penghuni alam bisa menjadi saksi dan bisa mohon semua penghuni alam, atau segala penjuru bisa dijadikan media permohonan sesuai dengan yadnya yang dilaksanakan. ***

baca selengkapnya pada TBA edisi 4

Kategori:Utama
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: