Beranda > Utama > kesaktian damuh 2

kesaktian damuh 2

Panugran Wisnu

Kesaktian Manik Damuh itu tidak bisa dipungkiri lagi. Jika krama mengetahui mantra apa saja yang dipergunakan untuk mengolah air ini bisa menyembuhkan siapa saja. Sama dengan penggunaan air dalam kehidupan, hampir 95 % kegiatan manusia harus berkaitan dengan air.

Itulah anugrah Wisnu yang tiada bandingannya. Layaknya setetes damuh di sebuah gurun pasir, dia akan mampu menghidupkan orang yang sudah hampir mati. Makanya, tidak jarang mereka yang kehausan dan mengalami kepanasan bisa dihidupkan dengan keringatnya yang juga dianggap air suci.

Dalam ajaran agama Hindu, Wisnu disebut juga Sri Wisnu atau Nārāyana adalah Dewa yang bergelar sebagai shtiti (pemelihara) yang bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Brahman (Tuhan Yang Maha Esa). Dalam filsafat Hindu Waisnawa, Ia dipandang sebagai roh suci sekaligus dewa yang tertinggi. Dalam filsafat Adwaita Wedanta dan tradisi Hindu umumnya, Dewa Wisnu dipandang sebagai salah satu manifestasi Brahman dan enggan untuk dipuja sebagai Tuhan tersendiri yang menyaingi atau sederajat dengan Brahman.

Dewa Wisnu digambarkan sebagai berikut: Seorang pria yang berlengan empat. Berlengan empat melambangkan segala kekuasaannya dan segala kekuatannya untuk mengisi seluruh alam semesta. Kulitnya berwarna biru gelap, atau seperti warna langit. Warna biru melambangkan kekuatan yang tiada batas, seperti warna biru pada langit abadi atau lautan abadi tanpa batas. Di dadanya terdapat simbol kaki Resi Brigu. Juga terdapat simbol srivatsa di dadanya, simbol Dewi Laksmi, pasangannya. Pada lehernya, terdapat permata Kaustubha dan kalung dari rangkaian bunga. Memakai mahkota, melambangkan kuasa seorang pemimpin. Memakai sepasang giwang, melambangkan dua hal yang selalu bertentangan dalam penciptaan, seperti: kebijakan dan kebodohan, kesedihan dan kebahagiaan, kenikmatan dan kesakitan. Beristirahat dengan ranjang Ananta Sesa, ular suci.

Wisnu sering dilukiskan memegang empat benda yang selalu melekat dengannya, yakni: Terompet kulit kerang atau Shankhya, bernama “Panchajanya”, dipegang oleh tangan kiri atas, simbol kreativitas. Panchajanya melambangkan lima elemen penyusun alam semesta dalam agama Hindu, yakni: air, tanah, api, udara, dan ether. Cakram, senjata berputar dengan gerigi tajam, bernama “Sudarshana”, dipegang oleh tangan kanan atas, melambangkan pikiran. Sudarshana berarti pandangan yang baik. Gada yang bernama Komodaki, dipegang oleh tangan kiri bawah, melambangkan keberadaan individual. Bunga lotus atau Padma, simbol kebebasan. Padma melambangkan kekuatan yang memunculkan alam semesta.*

Kategori:Utama
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: