Beranda > Mitos > Permata Anugerah Bhatari Dewi Danu

Permata Anugerah Bhatari Dewi Danu

Cincin Sakti Anugerah Hyang Panji Bharatan kepada Panji Sakti

Kisah ini diawali dari kerajaan Gelgel saat kepemerintahan Dalem Sagening. Kala itu adalah seorang Panglima yang sangat sakti dan dihandalkan oleh raja Dalem Sagening, Sang Panglima bernama I Gusti Ngurah Jelantik, beliau bertempat di Puri Jelantik Swecalinggarsapura, Kapatihan tempat beliau ini tidaklah jauh dari istana sang raja Gelgel.

Di karang kapatihan I Gusti Ngurah Jelantik, adalah seorang pelayan yang memiliki tanda magis (melik) semenjak dilahirkan. Pelayan ini bernama Ni Pasek Gobleg, asalnya dari daerah Gobleg Denbukit (Buleleng). Keistimewaan sekaligus keanehan dari Ni Pasek Gobleg akan terlihat apabila ia sedang kencing, dimana tempat dimana ia membuang air akan berlobang sedalam siku tangan. Suatu hari keanehan ini dilihat oleh I Gusti Ngurah Jelantik, beliau sangat terkesima melihat keanehan tersebut. I Gusti Ngurah Jelantik lalu teringat akan sebuah lontar yang membicarakan tentang keajaiban wanita yang akan melahirkan anak-anak utama. Menyadari adanya salah satu kriteria istri utama dalam diri Ni Pasek Gobleg, I Gusti Ngurah Jelantik lalu memperistrinya.

Dari Ni Pasek Gobleg lahirlah seorang anak yang kemudian dinamakan dengan nama I Gusti Pasekan. Anak kecil ini ternyata memiliki tanda-tanda kelahiran luarbiasa. Apabila malam ubun-ubunnya dapat mengeluarkan sinar lembut dan lidah I Gusti Pasekan berbulu-bulu halus. Rupanya keajaiban anak ini membuat Sang Permaisuri Ni Gusti Ayu Brangsinga menjadi sangat khawatir, jangan-jangan kekuasaan atas karang kepatihan yang menjadi hak dari Putra Mahkota Kapatihan kelak akan direbut oleh I Gusti Kapasekan. Menyadari kecurigaan dan kekhawatiran permaisuri, I Gusti Ngurah Jelantik meyakinkan permaisuri bahwa hal itu tidak akan terjadi, putra mahkota kapatihan akan tetap menjadi penerus kapatihannya di Gelgel.

I Gusti Ngurah Jelantik berkeyakinan bahwa anak ini (I Gusti Kapasekan) kelak akan menjadi penguasa besar dimanapun ia di tempatkan. menyadari situasi yang kelak di kemudian hari bisa saja memanas lantaran perebutan kekuasaan kapatihan, Sang Patih Ngurah Jelantik memilih untuk memisahkan I Gusti Kapasekan dari Karang Kapatihan Gelgel. Ia lalu mengutus seorang utusan untuk mengundang keluarga Ni Pasek Gobleg datang ke Karang Kapatihan.

Berselang beberapa hari, datanglah saudara mindon dari Ni Pasek Gobleg yang bernama I Wayahan Pasek dari desa Panji Den Bukit. I Gusti Ngurah Jelantik lalu meminta agar I Wayahan Pasekan membawa I Gusti Pasekan beserta ibunya untuk pulang kembali ke Desa Panji Ler Bukit, Beliau juga meminta agar I Gusti Pasekan di Dusun Panji dihormati sebagaimana layaknya anak seorang patih. Tidak hanya itu, I Gusti Ngurah Jelantik juga memberikan dua buah pusaka kepada I Gusti Ngurah Pasekan yang kala itu masih berusia muda belia sebagai bukti akan trah kapatihannya. Kedua buah senjata itu adalah senjata sakti dan bertuah berupa sebilah keris dan sebuah tulup. Keris tersebut bernama Ki Semang sedangkan tulup saktinya bernama Ki Tunjung Tutur.

Merasa di pisahkan dari ayahnya, I Gusti Pasekan merasa sangat sedih, ia merasa sepi, bagaimana tidak, teman-teman sepermainannya tidak akan lagi dapat diajaknya bermain-main. I Gusti Pasekan sungguh merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Dalam kesedihannya, ia mendengar ada suara yang muncul dari bilah kerisnya dan berkata ‘jangan ragu untuk pergi ke Den Bukit, di sana kau ditunggu oleh takdirmu, aku akan menemanimu selalu’. I Gusti Pasekan yang kala itu berumur lebih kurang dua belas tahun sungguh terkejut, ia merasa terheran-heran, bilah keris yang di bekali oleh ayahnya ternyata dapat berbicara seperti layaknya manusia, mulai saat itu hatinya mantap untuk meninggalkan Gelgel menuju Desa Panji di Ler Bukit. kini dengan mantap I Gusti Pasekan berjalan dengan tegap menjemput takdir agungnya ke Ler Bukit. Ia disertai oleh empat puluh orang pengawal dan dua orang pengasuh handal bernama Ki Dumpyung dan Ki Dosot. ***IB Aryana

Kategori:Mitos
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: